Showing posts with label Corel Draw. Show all posts
Showing posts with label Corel Draw. Show all posts

17.9.10

Graph Paper Tool

Graphpapertool sebenarnyahanya merupakan beberapa rectangle yang disusun menjadi satu rectangle yang lebih besar. Bentukbentuk penyusun graph paper tool tidak dapat diedit secara individual begitu saja karena dalam keadaan ter- group.
Untuk membuat sebuah graph paper tool, lakukan sebagaimana membuat rectangle biasa. Perhatikan property bar untuk graph paper tool.

Sebelum membuat sebuah graph paper, tentukan dulu jumlah kolom dan baris yang anda butuhkan
dan masukkan nilainya pada field yang tersedia. Setelah anda memasukkan nilai yang diinginkan, bentuklah sebuah graph paper dan hasilnya adalah graph paper dengan jumlah kolom dan baris sebaimana yang telah anda tentukan sebelumnya.
Setelah anda mengetahui karakteristik dari graph paper, timbul satu permasalahan. Kita telah mengetahui bahwa jika kita membuat suatu graph paper dengan metode drag sambil menahan [ctrl] maka hasilnya adalah graph paper dengan sisi- sisi yang sama panjang. Namun apa yang terjadi dengan rectangle- rectangle penyusunnya? Apakah sama sisi juga? Jelas ini tergantung dari perbandingan kolom dan barisnya.

Masalah akan timbul bila anda membutuhkan suatu graph paper dengan 6 kolom dan 4 baris, dan semua rectangle penyusunnya harus bujursangkar (sama sisi). Pemecahannya adalah,
1. Carilah jumlah kolom/ baris terbesar. Dalam hal ini kolom, yaitu 6.
2. Buatlah graph paper 6 kolom, 6 baris.
3. Ungroup graph paper tersebut.
4. Hapus rectangle- rectangle yang tidak dibutuhkan.
5. Group kembali sisanya.

Spiral Tool

Spiral tool, sebagaimana namanya, berfungsi untuk membuat bentuk spiral. Bentuk spiral yang
dimaksud terbatas pada spiral dengan nilai/ jumlah perputaran/ revolusi berupa bilangan bulat
antara 1 hingga 100.

Spiral Tool - "Graph Paper Tool & Spiral Tool" (A)
(1) Graph Paper Columns & Rows
(2) Spiral Revolutions
(3) Symmetrical Spiral
(4) Logarithmic Spiral
(5) Log. Spiral Expansion Factor (Pre-made)

Untuk membuat satu spiral ada yang perlu diperhatikan:
1. Arah revolusi selalu melawan arah jarum jam (ccw). Jika anda menginginkan arah putaran sebaliknya, anda dapat memberikan transformasi mirror pada spiral tersebut.
2. Tidak seperti pada polygon, anda harus memasukkan nilai untuk field jumlah revolusinya dulu, baru kemudian membuat obyeknya. Setelah obyek dibuat, nilai jumlah revolusinya tidak dapat diubah lagi.
3. Tiap spiral memiliki satu control point pada pusat spiral, ditambah masing- masing 4 cp tambahan untuk tiap revolusi yang ada. Semua control point ini dapat dipindahkan secara independen sesuai kebutuhan. Bila cp tidak ditampilkan, akseslah dengan menggunakan shape tool atau [F10].
4. Ada dua macam spiral; symmetrical dan logarithmic.

Perbedaan antara spiral symmetrical dan logarithmic terletak pada jarak antara busur yang satu terhadap busur sebelumnya atau selanjutnya, pada jari jari yang sama. Untuk menyederhanakan masalah, kita anggap semua spiral yang dibuat selanjutnya bersifat simetris dua sumbu, dengan kata lain, pada waktu pembuatannya disertai [ctrl].

Perlu juga anda perhatikan bahwa spiral merupakan bentuk yang terbuka. Ini berarti spiral tidak dapat diisi dengan color fill. Namun karena spiral masih memiliki outline, outline tersebut dapat diberi warna dengan meng-click kiri salah satu warna di color pallette.

Polygon Tool

Sebagaimana bentuk- bentuk primitive lainnya, polygon juga menghasilkan bentuk yang simetris secara horizontal (tidak berubah jika di- mirror secara horizontal), tetapi khusus untuk polygon, tidak secara vertikal, khususnya bila jumlah sisi/ sudutnya ganjil.
Polygon tool dalam Coreldraw dapat memiliki sudut antara minimal 3 (menghasilkan segi tiga) sampai 500 (dalam ukuran normal, serupa dengan lingkaran). Angka ini merupakan jumlah sudut, sekaligus jumlah sisi.

Poligon Tool (Y)
(1) Standard Transforms
(2) Number Of Points On Polygon
(3) Sharpness Of Polygon
(4) Polygon/Star Toggle
(5) Bring To Front/Send To Back
(6) Wrap Paragraph Text
Tampak field untuk menentukan jumlah sudut. Dalam Coreldraw disebut “number of points on polygon”. Isi 3 untuk membuat segi3, 5 untuk segi5, dan seterusnya. Jangan lupa menekan [enter] setelah memasukkan nilai.

Ellipse Tool

Pada dasarnya, untuk membuat sebuah ellipse, sama dengan membuat rectangle, yaitu menarik diagonal. Bedanya, untuk ellipse, diagonal yang ditarik dianggap diagonal dari bounding box yang melingkupi ellipse. Bounding box bersifat imajiner/ konseptual, jadi tidak akan tampak baik pada layar maupun pada hasil print. Pada contoh, tampak sebuah ellipse dan perkiraan bentuk bounding box- nya dalam bentuk garis putusputus.

Ellipse Tool - "Ellipse" (F7)
(1) Standard Transforms
(2) Ellipse
(3) Pie
(4) Arc
(5) Start/End Angles
(6) Direction (cw/ ccw) Toggle
(7) Bring To Front/Send To Back
(8) Wrap Paragraph Text
(9) Convert To Curves ([ctrl]+ [Q])
Perhatikan property bar untuk ellipse. Tampak bahwa ada tiga macambentuk yang dapat dibuat dengan ellipse tool; ellipse, pie, dan arc (busur). Untuk membuat salah satunya, gunakan [ctrl], dan [shift] seperlunya. Namun, perhatikan bahwa pie dan arc dapat memiliki titik pusat yang tidak sama dengan sumbu lingkar-nya. Jadi untuk kontrol yang lebih baik, biasakan untuk membuat ellipse penuh terlebih dahulu, dan kemudian meng- konversinya menjadi pie atau arc bila perlu.
Baik pie maupun arc, jelas memiliki titik awal dan titik akhir kelengkungan, disamping sebuah sumbu. Untuk menentukannya, ada dua cara. Yang pertama adalah secara numerik. Isilah nilai yang diinginkan dalam field start/ end angles, dengan ketentuan, 0 derajad adalah arah jam 3, 90 derajad arah jam 12, dan seterusnya. Perhatikan bahwa urutan start- end angle terpengaruh oleh status dari tombol direction toggle. Ccw adalah singkatan dari counter clockwise (melawan arah jarum jam), dan cw dari clockwise (searah jarum jam).

16.9.10

Rectangle Tool

(1) Standard Transformations
     Ini mencakup position (posisi), strech/ scale (skala), rotation (rotasi), dan mirror (pencerminan).
(2) Rectangle Corner Roundness
(3) Lock Rectangle Corner Roundness Toggle
(4) Bring To Front ([shift] + [pgup])/ Send To Back ([shift] + [pgdn])
(5) Wrap Paragraph Text

Primitives

Primitives yang dimaksud adalah bentuk- bentuk seperti ellips, segi empat, dan polygon. Disebut
primitives karena variasi bentuknya terbatas dan tidak dapat diubah begitu saja. Bentuk- bentuk
primitives sangat mudah dibuat, yaitu melalui toolbox. Primitives selalu menghasilkan bentuk- bentuk yang tertutup dan simetris, kecuali tool elips yang dapat dipakai untuk membuat busur (bentuk terbuka dan tidak semetris). Untuk bentuk tertutup artinya ada parameter yang dapat diisi dengan warna tertentu.
Coreldraw memiliki beragam warna termasuk warna transparan yang dilambangkan dengan kotak bersilang. Sementara ini yang dapat dipilih hanya warna solid saja, karena gradasi dan pola termasuk dalam special effects yang akan dijelaskan pada bab lain.
Property bar pada Coreldraw memiliki peranan yang sangat vital karena dapat digunakan untuk mengubah property suatu obyek yang telah maupun yang akan dibuat. Isi property Bar Coreldraw berubah- ubah, tergantung kepada:
1. Jenis obyek yang terseleksi.
2. Tool yang sedang aktif.
Contohnya suatu obyek dibuat dengan tool K, tetapi kemudian diberi special effect dengan tool L, maka obyek tersebut, selain dapat diakses dengan pick tool (sebagai obyek biasa), juga dengan tool K (sebagai obyek yang dibuat dengan tool K), dan juga tool L (sebagai obyek yang diberi sf dengan tool L). Isi dari property bar yang muncul tergantung tool yang digunakan untuk menseleksi obyek tadi, yang pada prakteknya, tergantung property apa yang ingin diubah, obyeknya atau efeknya.
Membuat bentuk primitif yang benar:
1. Pilih tool yang tepat, kemudian drag pada bidang gambar.
2. Setelah itu atur properti dan tentukan warna yang diinginkan.

Hal- hal lain yang perlu diperhatikan pada saat melakukan drag, yaitu:
Constrain
Constrain artinya menjaga agar nilai- nilai tertentu selalu dibulatkan pada kelipatan tertentu.
Dalam hal ini constrain adalah untuk menjaga agar perbandingan lebar dan tinggi hasil dragging
tetap sama.
Central
Metode central dapat dicapai dengan menekan tombol [Shift] pada keyboard selagi melakukan
dragging.

15.9.10

Page

Begitu anda masuk lingkungan interface Coreldraw, anda akan menemui tampilan seperti pada
gambar dibawah ini. Untuk membuat file baru dapat dilakukan melalui Menu File > New .
Dalam keadaan seperti ini maka tool yang aktif adalah Pick Tool dan tidak ada obyek yang
terpilih sehingga property bar akan berisi property dari halaman yang sedang ditampilkan. Dari sini anda dapat menentukan ukuran Page (dalam kaitannya dengan output printer), orientasi page,
dan hal- hal lain yang sifatnya mendasar, seperti (gambar, dari kiri ke kanan):
  1. Ukuran kertas, Pilih sesuai dengan keinginan. Bila yang diinginkan tidak ada dalam daftar,pilih 'custom', atau langsung mengisi spesifikasi pada field berikutnya.
  2. Spesifikasi ukuran lebar/ tinggi kertas, Isi dengan lebar dan tinggi kertas yang diinginkan. Bila di-print pada kertas yang ukurannya lebih besar dari spesifikasi, crop-mark dapat ditambahkan untuk menandai di mana harus memotong.
  3. Orientasi vertikal/ horizontal,
  4. Perubahan terhadap semua halaman/ satu halaman saja,
  5. Nudge distance, Nudge adalah memindahkan obyek dengan memilih obyek yang dimaksud, lalu memindahkannya dengan tombol directional pada keyboard. Setting nudge menentukan seberapa jauh obyek tersebut berpindah jika tombol ditekan satu kali. Shift+ Directional = supernudge, yaitu sekian kali nudge, tergantung setting pada options. Secara default, supernudge = 2x nudge. Directional Buttons
  6. Duplicate horizontal/ vertical distance, Dalam Coreldraw, penggandaan obyek dapat dilakukan dengan banyak cara, mulai dari cara klasik yaitu copy- paste, hingga yang paling mudah, yaitu dengan menekan tombol [+] pada keyboard. Keduanya menghasilkan duplikat pada posisi yang sama dengan aslinya. Duplicate adalah menggandakan obyek dengan menekan [ctrl+ D], menghasilkan duplikat dengan posisi tertentu, relatif terhadap aslinya. Posisi ini tergantung dari dua hal. Pertama adalah setting duplicate distance secara horizontal dan vertikal. Kedua, jika duplikat pertama mengalami transformasi (rotate, move, skew, dsb...), Maka duplikat berikutnya akan mengalami transformasi yang sama. Sebagai contoh, jika setting duplicate distance x= 2mm dan y= 3mm, maka jika benda (A) yang memiliki koordinat posisi (xA, yA) di- duplicate [ctrl+ D], maka akan timbul duplikat A(kita sebut A') pada posisi ((xA+ 2), (yA+ 3)). Jika pada (A') dilakukan transformasi, misalnya di- rotasi sebanyak 30 derajad, maka jika (A') di- duplicate dengan [ctrl+ D], yang muncul bukan duplikat dari (A') maupun (A), tapi (A'') yang merupakan duplikasi dari (A') yang sudah di- transform/ di- rotate sebanyak 30 derajad (total= 60 derajad thd (A)). A A' A''
  7. Snap to grid/ to guideline/ to objects, Snap adalah memerintahkan komputer untuk memindahkan obyek atau bagian dari obyek yang sedang dipindahkan posisinya, ke snap point terdekat. Untuk snap to grid, pastikan grid sudah terlihat. Jika belum, aktifkan via menu view> grid, dan kemudian pilihlah setting grid yang diinginkan via menu tools> options> document> grid. Setelah itu, aktifkan snap to grid sehingga semua aktifitas pembuatan obyek dan transformasi akan terpengaruh snap. Untuk snap to guideline, pertama pastikan ruler yang ada di sisi atas dan kiri bidang kerja sudah terlihat. Jika belum, aktifkan via menu view> rulers. Setelah itu tariklah ruler ke bidang kerja, sehingga timbul guideline. Setting guideline dapat dilihat pada menu tools> options> document> guideline. snap to guideline siap diaktifkan. Untuk snap to objects, cukup aktifkan fungsi ini, lalu cobalah untuk menempelkan dua persegi empat seperti pada contoh, dengan dan snap to objects. Tentunya akan terasa berbeda. Sebetulnya diperlukan snap- points tertentu pada obyek panduan, dalam arti snap tidak dapat dilakukan terhadap sembarang bagian dari obyek panduan. Mengenai di mana saja tepatnya, ini akan kita pelajari pada bab- bab selanjutnya mengenai anatomi obyek.
  8. Draw complex objects, Untuk mesin dengan spesifikasi rendah, coreldraw menyertakan beberapa opsi. Salah satu diantaranya adalah opsi untuk mengurangi detail obyek pada saat translasi (move) dan transformasi. Secara default, draw complex objects dalam keadaan aktif. Non- aktifkan bila anda merasa mesin anda termasuk yang ber- performa rendah.
  9. Treat as filled, Memilih atau menseleksi obyek dapat dilakukan dengan menunjuk obyek yang dimaksud dengan pick tool. Namun perlu diketahui bahwa ada obyek yang tertutup terisi, tertutup tanpa isi, dan ada obyek yang terbuka. Memilih obyek yang terbuka dan yang tanpa isi agak sulit karena harus tepat pada garis luar (outline)- nya. Itupun bila ada. Untuk mempermudah memilih obyek terbuka, aktifkan opsi treat as filled agar memilihnya menjadi semudah memilih obyek terisi. Tertutup / Terisi Tanpa isi/ Terbuka
  10. Options Meng- akses options di sini sama dengan meng- aksesnya melalui menu tools> options. Di sini pengguna dapat menentukan sendiri banyak setting untuk Coreldraw, baik untuk dokumen ini saja, maupun untuk seluruh session Corel draw berikutnya. Contoh lain dari isi property bar, adalah untuk zoom tool. Pilihlah icon zoom tool dari toolbox. Tampak isi dari property bar berubah, menyesuaikan diri dengan tool yang terpilih. Zoom tool sendiri mengganti fungsi cursor, sehingga dimana anda meng-click, tampilan akan diperbesar di tempat tersebut (zoom in). Anda juga dapat menggantikannya dengan melakukan drag sehingga daerah yang tampak menjadi lebih spesifik. Sebaliknya, bila anda menginginkan zoom out, anda dapat menggunakan tool/ cursor yang sama, namun melakukan click/ drag dengan tombol kanan mouse, atau tetap dengan tombol kiri, sambil menahan [shift]. 
 Zoom Tool/Panning Tool (H)
  1. Zoom Tool/Panning Tool [H]
  2. Zoom In/Out [F3]
  3. Zoom Actual Size
  4. Zoom To Selection (shift + [F2])
  5. Zoom To All Objects [F4]
  6. Zoom To Page (shift + [F4])
  7. Zoom To Page Width
  8. Zoom To Page Height
  9. View Manager (ctrl + [F2])

Berikut spesifikasi property bar untuk zoom tool:
(1) Zoom Tool/Panning Tool (H)
Zoom tool, seperti sudah dijelaskan. Shortcut keyboard yang dapat digunakan di sini adalah [F2]
untuk meng- akses zoom tool secara cepat, tanpa property bar zoom tool.
Panning [H] adalah menggeser area kerja yang tampak, dan melihat bagian lain, tanpa merubah
nilai zoom (zoom state). Lakukan drag dengan panning tool, atau tanpa memilih panning tool,
anda juga dapat melakukan ini dengan menekan directional buttons pada keyboard sambil
menahan [alt].
(2) Zoom In/Out
Perhatikan bahwa untuk zoom out, anda cukup menekan [F3] kapan saja. Jika anda menginginkan
shortcut keyboard untuk zoom in, tentukan sendiri melalui menu tools> options> customize>
shortcut keys> view& display> zoom& pan> zoom in.
(3) Zoom Actual Size
Untuk men- zoom area kerja menjadi se- ukuran sebenarnya. Perhatikan setting resolution pada
options; secara default dianggap 300dpi. Ini akan mempengaruhi zoom actual size.
(4) Zoom To Selection (shift + [F2])
Pilihlah satu atau beberapa obyek, kemudian tekan tombol ini untuk menyesuaikan tampilan di
layar. Secara cepat, tanpa meng- akses zoom tool, setelah memilih obyek yang dimaksud, tekan
(shift + [F2]). Untuk memilih beberapa obyek, klik satu obyek, tahan tombol [shift], lalu klik
obyek lainnya. Cara lainnya yaitu men- drag cursor pick tool.
(5) Zoom To All Objects [F4]
Obyek bisa berada di luar bidang gambar, atau bisa juga berada di dalam area gambar, namun
ukurannya kecil sekali. Bila anda membutuhkan view yang nyaman untuk bekerja, fungsi ini
merupakan salah satu pemecahannya. Alternatif lainnya adalah dengan menekan [F4] atau
double- click icon zoom tool.
(6) Zoom To Page (shift + [F4])
Untuk melihat tampilan gambar terhadap page, gunakan fungsi ini.
(7) Zoom To Page Width
(8) Zoom To Page Height
Masing- masing untuk melakukan zoom sesuai lebar dan tinggi page yang telah ditentukan
sebelumnya.
(9) View Manager (Ctrl + [F2])
Mengaktifkan fungsi ini akan memunculkan sebuah
docker di sebelah color pallettes dengan nama view
manager, yang memungkinkan Anda menyimpan satu
atau beberapa view yang sering digunakan, untuk
kemudian di- load dengan cepat, sehingga anda tidak
perlu melakukan zoom (in maupun out) ke daerah yang
sama berkali- kali.

13.9.10

Drafting

Perlu ditekankan sekali lagi bahwa program sejenis CorelDRAW Biasanya digunakan untuk
menggambar. Yang dapat digambar disini adalah hampir segala hal, mulai dari:
  • Bentuk dasar, seperti garis, segi empat, kurva, lingkaran, dan kapsul.
  • Bentuk sederhana, seperti logo dan huruf.
  • Bentuk kompleks, seperti tampak depan mini compo, dan tampak samping sepeda motor.
  • Bentuk teknis seperti potongan gedung, denah kota (lengkap dengan skala).
  • Text yang berupa diagram dan newsletter, hingga kebentuk sangat kompleks, seperti komik, desain poster, dan clipart.
Coreldraw memberikan kemudahan lebih untuk menggambar teknik daripada menggambar nonteknik,
sehingga waktu pengerjaannya pun relatif lebih singkat. Hal ini dikarenakan oleh tiga hal;
Pertama, gambar teknik biasanya lebih sederhana daripada gambar lain, misalnya tubuh manusia.
Kedua, gambar teknik umumnya tidak menggunakan banyak titik.
Ketiga, ada banyak pengulangan pada gambar teknik.
Jadi pada materi kuliah ini kebanyakan contoh kasus dan soal latihan akan lebih banyak mengacupada gambar teknik, atau juga biasa disebut drafting. Dalam Coreldraw, drafting bisa dilakukan
dengan mudah, karena prinsip cartesius- nya jelas, meskipun akurasinya tidak terlalu baik. Namun
demikian, drafting lebih ditekankan dalam hal ini karena merupakan dasar dari menggambar.

Mukhodimah

CorelDRAW adalah salah satu software grafis berbasis vektor. Software lain yang sejenis antara
lain: Macromedia Freehand, Adobe Ilustrator. Ada juga Autodesk AutoCad dan Kinetix
3DStudioMax yang juga berbasis vektor namun kelasnya berbeda, karena AutoCad lebih condong
ke keperluan industri, dan 3DStudioMax lebih condong ke arah animasi, dan keduanya memiliki
kemampuan vektor 3D.

Di antara software yang sekelas, CorelDRAW! memiliki kelebihan antara lain: kemudahan
penggunaan lewat GUI yang informatif dan dukungannya ke raster image yang baik. Corel
memiliki software raster editor sendiri dengan nama Corel PhotoPaint yang terintegrasi.
Sedangkan kelemahan Coreldraw terletak pada akurasinya. Misalnya; pada transformasi gambar
kadang hasilnya tidak akurat.

Perkembangan Coreldraw; 
  • Versi 8 memperkenalkan GUI baru yang sangat informatif dan manis.
  • Versi 9 merupakan penyempurnaan versi 8 yang kurang stabil terhadap OS Windows.
  • Versi 10 dilengkapi penyempurnakan GUI dan dukungan penuh terhadap format HTML,
    PDF, dan animasi 2D. Versi 10 masih tetap tidak backward compatible, tetapi memberi
    kemungkinan melakukan penyampanan file sebagai versi_versi sebelumnya.
  • Sekarang Corel Draw sudah mengembangkan  Versinya sampae ke V.X5 yang banyak sekali fitur-fitur yang di munculkan.